Home Renungan
ALLAH YANG SETIA DENGAN JANJINYA PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Saturday, 05 September 2009 08:22

“Sebab fiman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan.” (Mazmur 33 : 4)

Tidak mudah menemukan orang yang dapat setia dan melakukan apa yang dikatakannya. Banyak orang mengkhianati kita dan mengecewakan karena janji-janji yang tidak dapat mereka tepati. Tapi berbeda dengan Allah kita. KarakterNya benar-benar teruji dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Di dalam Dia kita bisa melihat bagaimana setiap perkataanNya itu benar dan tidak ada yang akan diselewengkanNya. Semua firmanNya itu ‘YA’ dan ‘AMIN’.

Ketika kita berani menaruh pengharapan kita pada Tuhan, berani juga mengatakan bahwa semua janji yang engkau dapat hari ini, itu PASTI akan terjadi. Jangan ragu-ragu mengatakannya dengan iman di hadapan semua orang, karena Ia melakukannya juga untuk kebaikan namaNya. Ketika Ia menepati semua perkataanNya itu, Ia melakukannya demi namaNya yang kudus. Cobalah untuk mulai menghitung, seberapa banyak dari janji yang engkau dapat dari Dia yang tidak Dia penuhi? ‘Ujilah Aku...!!!’ kata firman Tuhan. Jadi...siap berjalan dalam janji Tuhan hari ini? (SG)

 
UBAH FOKUS ANDA PDF Print E-mail
Written by Susi   
Wednesday, 12 August 2009 10:38

Mat 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada

Harta tidak hanya berarti uang ataupun segala sesuatu yang berkaitan dengan kekayaan. Harta adalah segala sesuatu yang berharga bagi kita. Entah itu uang, rumah, mobil, isri, anak, pekerjaan, karier, bahkan dirinya sendiri.

Setiap orang tanpa terkecuali, akan sangat mengasihi harta yang dimilikinya. Bahkan seringkali memiliki rasa sayang yang “terlalu berlebihan”.Sehingga ketika hartanya tersebut tidak kunjung didapat, atau bahkan lenyap, maka orang tersebut akan merasa seperti kehilangan segalanya. Akan sangat sulit bagi dia untuk menerima hal tersebut.

Namun ketika kehilangan tersebut Tuhan ijinkan terjadi, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak merasa seolah-olah kehilangan seluruh dunia kita?

  1. Mintalah kekuatan dari Tuhan untuk tetap bertahan
  2. Jujurlah kepada Tuhan tentang semua perasaan dan kepedihan hati kita
  3. Menangislah “secukupnya” bila kita memang ingin menangis
  4. Berhentilah mengasihani diri sendiri
  5. Ubahlah fokus kita (jangan terfokus pada persoalan itu sendiri)

Mengubah fokus kita sangatlah penting untuk membuat kita tidak lagi merasa tertekan dengan persoalan yang kita hadapi. Manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang dia lihat, rasakan, dan pikirkan. Belajarlah untuk menguasai pikiran dan perasaan kita dan bukan malah dikuasai mereka. Pikirkan hal-hal yang baik dan layak untuk kita pikirkan (Flp 4:8).

Dengan mengubah fokus pikiran kita, kita akan mengalami suatu kelegaan sehingga dapat memandang masalah kita dari sudut pandang yang lain. Mintalah bantuan Tuhan untuk melakukan hal ini.

 
ALLAH DAN AKU “BELUM SELESAI” PDF Print E-mail
Written by Susi   
Wednesday, 12 August 2009 10:36

Bila saat ini anda berada dalam situasi yang “buruk di mata anda” dan segala sesuatu yang anda harapkan belum juga terwujud, hanya satu kalimat yang harus anda ucapkan kepada diri anda sendiri, “ ALLAH DAN ANDA BELUM SELESAI !”

Ingatlah akan kisah Yusuf (mulai dari Kej 37). Hidupnya yang penuh kasih sayang dari Yakub ayahnya, harus berlanjut dengan “Kegagalan demi kegagalan”. Dimulai dari peristiwa dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sebuah sumur, kemudian dijual kepada Ismael dan  akhirnya menjadi pelayan di rumah Potifar di Mesir. Belum sampai di situ, Yusuf pun difitnah istri Potifar, yang kemudian berlanjut dengan hidup di dalam penjara. Seolah-olah hidup Yusuf penuh dengan penderitaan dan kegagalan. Namun jika kita perhatikan lebih seksama kisah ini, maka kita dapat melihat bahwa Tuhan selalu menyertai Yusuf dan ada keindahan di dalam penderitaannya.

Bayangkan bila Yusuf berputus asa dan menyerah di setiap “kegagalannya” :

1.      Bila Yusuf putus asa dan bunuh diri di dalam sumur, ia tidak akan pernah tinggal di rumah Potifar dan mendapat kasih sayang dan kuasa dari tuannya itu.

2.      BilaYusuf menyerah ketika difitnah istri potifar dan bunuh diri di dalam  penjara, maka ia tidak akan pernah menjadi kesayangan dari kepala penjara.

3.      Bila Yusuf menyerah dan bunuh diri ketika juru minuman Firaun tidak mengingat dia dan tidak membela dia di depan Firaun, maka Yusuf tidak akan pernah dipanggil untuk mengartikan mimpi Firaun dan kemudian diangkat menjadi penguasa di Mesir.

4.      Bila Yusuf tidak pernah menjadi penguasa di Mesir, maka seluruh keluarganya tidak akan tertolong ketika bencana kelaparan datang.

Kegagalan tidak dapat mengakhiri hidup anda. Hidup anda akan terus berlanjut meskipun anda gagal. Anda masih memiliki puluhan tahun, ratusan bulan, puluhan ribu hari, bahkan ratusan ribu jam. Bila anda menyerah karena saat ini anda gagal, maka anda akan kehilangan waktu-waktu berharga dalam sisa hidup anda. Katakan kepada diri anda sendiri : “ALLAH DAN AKU BELUM SELESAI!!”. Percayalah, bila anda tetap taat dan setia kepadaNya, maka masih akan ada kelanjutan dan akhir kisah yang indah pada waktunya (Pkh 3:11)

Last Updated on Wednesday, 12 August 2009 10:38
 
LAGI-LAGI BELAJAR MENGUCAP SYUKUR PDF Print E-mail
Written by Susi   
Wednesday, 12 August 2009 10:34

Mungkin anda sudah bosan mendengar kalimat “Belajar mengucap syukur”. Kalimat itu seperti sudah menjadi kalimat klise yang diucapkan orang ketika kita menghadapi suatu hal yang tidak menyenangkan. Mungkin seringkali kalimat itu tidak lagi menjadi suatu kalimat yang menghibur kita di tengah badai kehidupan yang tidak kunjung berhenti. Namun mengapa kalimat itu tetap ada? Kalimat  itu tetap ada, dan akan terus ada, karena itu adalah firman Tuhan.

Apa yang ada di benak anda ketika  membaca firman Tuhan di I Tes 5:18 “ Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu,”. Mungkin anda akan berkata,” Apa yang harus aku syukuri? Aku tidak melihat keindahan sedikitpun dari musibah ini!!” atau ,”Bagaimana aku harus bersyukur untuk masalahku yang tidak kunjung selesai??”.

Namun demikian, firman Tuhan tetaplah firman yang harus kita taati, walau sesulit apapun itu. Dan justru karena sulit itulah mengapa kita harus “BELAJAR mengucap syukur”.

Bagaimana memulai “BELAJAR” mengucap syukur? Cobalah dengan mulai mengingat semua kebaikan Tuhan di dalam hidup kita. Hitunglah setiap hal baik yang ada. Seremeh apapun hal baik yang anda miliki, itu adalah berkat Tuhan bagi anda yang dapat anda syukuri. Bersyukurlah untuk nafas yang anda hirup, untuk kaki yang dapat melangkah, mata yang dapat melihat, baju yang melindungi tubuh, sesuap nasi yang mengisi perut,dll.

Semakin banyak hal “remeh” yang dapat anda syukuri, maka akan semakin mudah bagi anda untuk MENGUCAP SYUKUR di tengah badai hidup. Sehingga anda tidak akan lagi berkata ”Aku akan mengucap syukur BILA segala sesuatu berjalan dengan baik,” Namun anda akan dapat berkata,”Aku akan mengucap syukur MESKIPUN segala sesuatu tampaknya belum berjalan dengan baik,” 

 
ALLAH SELALU MEMBUAT PEMISAHAN PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 16 July 2009 14:23

Kejadian 1 : 4  Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Dalam satu Bible Study yang saya pimpin di Kelompok Anak Muda, saya meminta mereka untuk merenungkan kitab Kejadian 1 dan 2. Dari ke empat anak yang melakukannya, saya sangat terkesan dengan apa yang diutarakan oleh Shiane, yang paling muda dari ke empat anak itu. Dan apa yang saya tuliskan di bawah ini adalah apa yang dia dapat hari itu.

                ‘Saya melihat bahwa Allah itu tidak sembarangan melakukan penciptaan. Saya yakin Ia bisa saja melakukannya dalam satu hari dan selesai semuanya. Tapi Ia tidak begitu. Ia sangat  menekankan pada suatu proses, itu sebabnya Ia melakukannya dalam enam hari. Satu hari untuk suatu hal, dan butuh satu hari lain untuk menciptakan yang lainnya lagi. Jadi artinya, sebuah proses itu sangat Ia anggap penting dan tidak begitu saja jadi ada.

                Begitu juga saya melihat bahwa Allah ternyata selalu membuat pemisahan di dalam segala hal, supaya segala sesuatu menjadi baik dan teratur. Ia memisahkan terang dari gelap, Ia juga memisahkan langit dari bumi dengan membuat cakrawala, Ia juga memisahkan air yang di atas dan yang di bawah, Ia juga memisahkan daratan dan lautan. Sama seperti seorang penjunan yang ketika melihat segumpal tanah liat yang akan dibuat tembikar, Ia juga memikirkan dan merencanakan karya yang luar biasa dengan penuh perhatian. Ia memisahkan segala kerikil dan pasir yang melekat pada tanah liat itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal juga.’

                Itu yang dia dapat. Kalau boleh saya tambahkan, maka saya juga melihat bagaimana Allah akan melakukannya terus untuk anda dan saya yang mengasihi Dia. Allah akan membuat perbedaan-perbedaan dalam hidup kita. Ia akan memisahkan kita, bangsa pilihanNya dari mereka yang berasal dari dunia ini. Bersyukur untuk pemisahan itu, dan bersyukur untuk kasih karuniaNya yang luar biasa. Amin. (SG)

Last Updated on Monday, 27 July 2009 11:48