Home Artikel Rohani Pengajaran Apakah Yesus harus lahir kembali di kandang domba?
Apakah Yesus harus lahir kembali di kandang domba? PDF Print E-mail
Written by Nelson Saragih   
Wednesday, 24 December 2008 15:37

Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Bulan Desember khususnya tanggal 25 Desember adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh orang kristen. Tanggal  tersebut ditentukan sebagai tanggal memperingati lahirnya juru selamat manusia yaitu Tuhan Yesus. Dimana-mana umat Kristiani merayakannya. Berbagai acara natal dilakukan, mulai dengan acara sederhana sampai acara yang menelan banyak biaya. Bahkan dibeberapa tempat, KKR natal banyak dilakukan. Moment natal digunakan untuk membangunkan kembali rohani yang mungkin sedang tertidur. Ini menunjukkan secara Jasmani kelahiran Yesus memang disambut secara luar biasa tapi apakah Yesus ada lahir di dalam hati kita? 

Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Bulan Desember khususnya tanggal 25 Desember adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh orang kristen. Tanggal  tersebut ditentukan sebagai tanggal memperingati lahirnya juru selamat manusia yaitu Tuhan Yesus. Dimana-mana umat Kristiani merayakannya. Berbagai acara natal dilakukan, mulai dengan acara sederhana sampai acara yang menelan banyak biaya. Bahkan dibeberapa tempat, KKR natal banyak dilakukan. Moment natal digunakan untuk membangunkan kembali rohani yang mungkin sedang tertidur. Ini menunjukkan secara Jasmani kelahiran Yesus memang disambut secara luar biasa tapi apakah Yesus ada lahir di dalam hati kita? 

Bahkan, acara ini dirayakan juga oleh orang-orang non kristen. Diberbagai tempat di pasang hiasan natal dan lagu natal, mulai dari mal-mal, hotel-hotel, bahkan tempat hiburanpun ikut meramaikan natal. Akibatnya natal jadi tidak bermakna. Natal hanya diperingati sebagai suatu acara seremonial yang tidak memiliki makna apa-apa, bahkan yang paling menyedihkan, natal hanya sebagai sarana hiburan saja. Nama sinterklas lebih populer dari pada nama Yesus. Padahal yang lahir adalah Yesus, bukan sinterklas. Kebaikan sinterklas yang membagi-bagikan kado hadiah natal lebih di kenang dari pada kebaikan Tuhan Yesus yang memberikan nyawanya untuk menebus kita.

Yesus kecil lahir di kandang domba, tempat yang paling hina. Tempat yang tidak di perhitungkan sama sekali. Bahkan orang-orang majus datang ke istana Herodes karena menyangka Yesus lahir disana. Mereka tahu bahwa Yesus adalah Raja dan secara logika seorang Raja pastilah lahir di istana megah. Tapi kenyataannya tidak demikian, bahkan herodes berusaha untuk membunuhNya. Rumah-rumah penduduk tidak menerimanya. Yang tersedia hanya sebuah kandang domba yang hina.

Pada zaman sekarang hal ini masih banyak terjadi. Banyak orang yang tidak menerima kelahiran Yesus. Mereka terlalu sibuk dengan urusannya, sibuk dengan keluarganya sehingga tidak ada waktu lagi untuk Tuhan. Memang secara jasmani kelahirannya di peringati tetapi secara Rohani tidak.

Secara rohani, hati kita ini adalah sebuah rumah. Banyak hal yang bisa kita isi didalamnya. Mulai dari kesibukan pekerjaan, masalah rumah tangga, bisnis dan lain sebagainya. Apakah kita ada menyediakan tempat bagi Yesus dihati kita? Apakah Yesus ada lahir dan berdiam di dalam hati kita? Pada kenyataannya kita lebih banyak menyediakan hati kita untuk perkara-perkara dunia.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyambut kelahiran Yesus agar natal ini benar-benar bermakna?

Di Alkitab kita dapat belajar dari beberapa tokoh sewaktu menyambut kelahiran Yesus.

1. Orang Majus.
Dalam Matius 2:1 di ceritakan setelah mengetahui Yesus lahir orang-orang majus datang dari tempat yang jauh disebelah timur untuk menyembah Dia.

Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar mengakui Yesus adalah Raja. Mereka rela meninggalkan keluarganya, bisnisnya dan segala kegiatannya untuk datang mencari Yesus dan menyembah Yesus. Lalu bagaimana dengan kita? apakah kita mengakui Yesus adalah Raja? Jika kita mengakui Yesus adalah Raja maka kita harus memiliki hati seperti orang majus yang mengakui Yesus sebagai Raja bukan hanya di bibir saja tapi juga dalam segala perbuatan kita dengan mengutamakan Yesus di dalam kehidupan kita, sanggup mengesampingkan perkara-perkara dunia ini dan datang kepada Yesus untuk menyembah-Nya.

2. Orang majus mempersembahkan Emas, Kemenyan dan Mur (Matius 2:11).
Setelah orang majus bertemu Tuhan Yesus, mereka mempersembahkan Emas, kemenyan dan Mur.

a. Mempersembahkan Emas.
I Petrus 1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Dari teks ayat diatas menunjukkan bahwa emas adalah gambaran dari kemurnian iman. Emas semakin dibakar akan semakin murni. Demikian juga iman yang seperti emas apabila menghadapi cobaan dan derita akan semakin murni.

Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Inti dari point ini adalah, Tuhan ingin kita mempersembahkan iman yang murni kepadaNya. Kita tetap teguh percaya kepadanya walau apapun yang terjadi baik suka maupun duka.

b. Mempersembahkan kemenyan.
Pada masa perjanjian lama kemenyan dan rempah-rempah lainnya dipakai sebagai korban api-apian. Setiap hari kemenyan ini harus di bakar diatas mezbah pembakaran ukupan. Ini adalah menunjuk kepada kehidupan Doa. Doa berkaitan erat dengan persekutuan pribadi dengan Tuhan.

Mempersembahkan kemenyan sama dengan memiliki jam-jam doa dan jam-jam persekutuan pribadi dengan Tuhan.

c. Mempersembahkan Mur.
Mur adalah suatu bahan minyak yang sangat harum baunya. Dalam Yohanes 11:2 Maria pernah meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan mur dan menyekanya dengan rambutnya. Pada saat itu harum semerbak memenuhi ruangan dimana Yesus berada. Minyak Mur sangat mahal harganya. Bahkan Yudas Iskaryot pada saat itu mengecam dengan mengatakan bahwa hal itu adalah pemborosan.

Mempersembahkan Mur itu sama artinya dengan hidup kita memancarkan keharuman di lingkungan kita. Kita menjadi kesaksian bahwa Kristus hidup dan tinggal di dalam kita. Kalau hidup kita tak karuan dan berantakan, bagaimana kita bisa memancarkan keharuman dan menjadi kesaksian?. Intinya, dengan mempersembahkan Mur, kita bisa menjadi surat Kristus seperti yang tertera pada ayat dibawah ini. Untuk memancarkan keharuman memang tidak mudah. Harus banyak yang di korbankan. Seperti mahalnya minyak mur demikian pula mahalnya harga sebuah keharuman. Namun apabila kita mampu melakukannya maka itu akan menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan.

2 Korintus 3:2-3 : “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

3. Gembala-gembala di padang (Lukas 2:8-20).
Gembala adalah orang yang paling berbahagia karena mendapat kemurahan untuk mendengar kabar baik tentang kelahiran Yesus dari para malaikat. Ada 3 sikap para gembala ketika memdengar kabar baik itu, yaitu :

a. Mau mendengarkan Kabar Baik yang disampaikan oleh malaikat (Lukas 2:10-15).
Ini adalah gambar kehidupan orang-orang yang dengar-dengaran akan firman Tuhan. Sadarilah, bahwa tidak semua orang yang beroleh kesempatan untuk mendengarkan firman Tuhan. Bahkan akan datang masanya orang kan haus dan lapar akan firman Tuhan namun tidak menemukan.

Amos 8:11-12 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Jadi selagi masih ada kesempatan dan kemurahan Tuhan marilah kita dengar-dengaran akan firman Tuhan.

b. Segera melakukan Firman Tuhan.
Lukas 2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Kata cepat-cepat itu sama artinya dengan tidak menunda-nunda. Ketika mereka mendengar firman Tuhan, mereka segera melakukannya dengan tidak menunda-nunda. Tuhan ingin agar kita bertinda cepat, tidak menunda. Selagi masih ada waktu, kita harus berusaha untuk melakukan firman Tuhan, bukan hanya sekedar mendengar saja. Kita tidak tahu kapan nafas ini akan berhenti. Selagi masih ada waktu mari segera lakukan firman Tuhan.

Ibrani 3:7-8 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,

c. Memberitakan Firman Tuhan.
Lukas 2:17-18 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

Setelah gembala itu bertemu dengan bayi Yesus, mereka memberitahukan kepada Maria dan Yusuf dan orang-orang yang ada disitu tentang apa yang telah mereka dengar dari malaikat. Dengan kata lain mereka memberitakan firman Tuhan.

Inti dari point ini adalah kita tidak cukup hanya sebagai pendengar dan pelaku saja. Kita juga harus memberitakan injil. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang egois. Kita diselamatkan untuk menyampaikan berita keselamatan bagi mereka yang masih belum selamat.

Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

d. Memuji dan Memuliakan Allah.
Lukas 2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Setelah mendengarkan, melakukan dan memberitakan firman Allah, maka kemuliaan harus dikembalikan ke pada Tuhan. Kita menjadi  pendengar, pelaku dan pemberita firman bukanlah untuk mencari kemuliaan pribadi melainkan untuk hormat serta kemuliaan Tuhan.

Sayang sekali, disini banyak orang gagal. Pada awalnya mereka memang mendengar kemudian melakukan dan menjadi pemberita injil. Namun ketika mereka berada dalam puncak karir pemberitaan injil, segala kemuliaan tidak di kembalikan kepada Tuhan melainkan untuk diri sendiri. Coba perhatikan spanduk-spanduk, brosur-brosur KKR, kebanyakan yang di tonjolkan adalah pengkotbah, bukan Tuhan Yesus.

Melalui moment natal ini marilah kita mengundang Yesus untuk lahir di dalam hati kita dan marilah kita menyambut kelahiran Yesus bukan hanya sekedar seremonial saja. Dan marilah kita meniru teladan yang ditunjukkan oleh orang Majus dan para gembala di padang agar Tuhan Yesus benar-benar lahir didalam hati kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
  

 

 


 

Last Updated on Wednesday, 24 December 2008 16:07
 
Designed by vonfio.de