Home Kesaksian
RotiHidup.com - Bertumbuh dalam Kristus | Renungan dan Artikel Kristen
WHAT I LEARN FROM MY MISTAKES PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 24 May 2012 13:41

Amsal 16 : 3 “Serahkanlah segala perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

 

Uuuuupppsss…aku salah lagi. Maksudku bukan begini, sama sekali bukan begini. Tapi kenapa hasilnya jadi begini ya? Padahal aku memulainya dengan sangat hati-hati. Setiap kali aku memulai dengan sebuah lembaran yang baru, yang pertama kali aku pikirkan adalah bagaimana caranya menggoreskan pena ku dengan baik supaya tidak ada sedikitpun kesalahan yang aku buat. Tapi selalu saja ada kalanya aku akan membuat goresan yang salah dan tidak diinginkan. Alhasil, aku akan berusaha mencari kertas yang baru dan memulainya lagi dan lagi. Dan biasanya, aku akan memerlukan lebih dari lima lembar kertas sampai akhirnya aku merasa puas dengan hasil yang aku buat.

Mungkin anda akan berpikir, apa masalahnya kalau begitu? Toh kita akan selalu bisa mencari kertas yang baru dan memulainya lagi untuk setiap kesalahan itu. Rasanya itu sama sekali bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Bukan begitu?

Yaaa..anda benar. Kalau masalahnya Cuma dalam hal menulis atau menggambar di sehelai kertas, rasanya itu memang bukan sebuah masalah. Tapi cobalah untuk menerapkannya dalam hal lain.

Seandainya kertas yang dimaksud tadi sebenarnya adalah kehidupan kita. Dan setiap kali kita membuat kesalahan, apakah mungkin jika kita harus menggantinya dengan kehidupan yang lain? Hmm…rasanya tidak mungkin. Tentu saja tidak mungkin, karena kehidupan kita pada dasarnya Cuma ada satu kali saja, dan setelah itu kita akan mati dan meninggalkan dunia ini. Benar begitu?

Nah..kalau memang demikian, bukankah sebenarnya kita sedang membicarakan masalah yang besar? Karena sekali kita berbuat kesalahan, akan sulit bagi kita untuk menarik diri kita kembali. Dan kadang, kesalahan yang kita buat bukan hanya satu masalah yang cukup diselesaikan dengan kata ‘maaf’. Banyak dari kita yang membuat kesalahan dan sulit untuk diperbaiki dan dipulihkan kembali.

Apalagi jka masalah yang terjadi menyangkut ‘perasaan’ dan sebuah ‘hubungan’. Biasanya, sebuah kesalahan kecil saja akan sangat mengganggu hubungan yang sudah dibangun. Apalagi jika itu menyangkut ketersinggungan dengan ‘perasaan’.

Read more...
 
BEBAS DARI HUTANG PDF Print E-mail
Written by Kurniawan   
Saturday, 22 March 2008 05:43
Prinsip-prinsip rohani tidak bisa diabaikan. Iman, ketaatan, memberi kepada Allah yang menjadi hak Allah, memberi kepada orang miskisn, memberi pada gereja, dan melakukan prinsip yang alkitabiah akan membantu Anda menata keuangan anda dan meraih hidup yang bebas dari hutang.

 

Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! (Hagai 1: 6)

 

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

 

Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 3: 10-11)

 

Last Updated on Monday, 05 May 2008 23:06
Read more...
 
YESUS YANG INGIN KUKENAL PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Thursday, 10 May 2012 17:07

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Kenapa ya...kenapa yaa....hatiku rasanya gelisah sekali hari-hari ini. Tidak seperti biasanya. Duduk salah, berbaring salah, berjalan apa lagi. Biasanya juga beginilah kegiatanku, tapi hari ini rasanya berbeda. Padahal setiap hari pekerjaanku  memang cuma berbaring, karena sudah dua belas tahun ini aku sulit berjalan kemana-mana. Yang bisa kulakukan hanya pekerjaan-pekerjaan ringan yang tidak membuatku harus meninggalkan tempat tidurku ini. Sudah begitu lamanya kualami ini, sehingga membuatku terbiasa dengan posisiku ini.

Jujur saja, dulu aku punya banyak uang dan tabungan. Tapi sekarang, semua itu sudah tidak ada sisanya lagi. Padahal itu adalah hasil kerjaku selama bertahun-tahun. Aku begitu berhasil dulu. Dan rasanya itu sudah lama sekali, jauh sebelum aku mengalami semua ini. Entah apa penyebabnya, tapi sejak aku mengalami menstruasiku bulan itu, pendarahanku tidak berhenti. Terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

Aku sangat bingung dengan apa yang kualami ini, tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Yang pasti, aku berusaha untuk mengobatinya. Berbagai tabib sudah aku coba, bahkan sampai ke mana-mana pun aku lakukan. Berapapun harganya, aku bersedia mengeluarkannya, yang penting aku sembuh. Bahkan sampai akhirnya kusadari bahwa seluruh tabunganku sudah habis. Aku sudah tidak punya lagi apapun yang berharga. Seluruh keluargaku sudah menyerah dan mengatakan tidak sanggup lagi membantuku, karena sepertinya penderitaanku ini seperti tiada akhirnya. Aku mengerti, sungguh..aku tidak menyalahkan mereka semua. Ini bukan penderitaan mereka, tapi penderitaanku, jadi ya memang seharusnya aku yang menanggungnya.

Setiap hari, yang bisa kulakukan hanyalah berdoa dan memohon kebaikan Tuhan. Aku merasa yakin kalau Dia sanggup mendengar doaku. Dia mengasihiku, dan Dia takkan meninggalkanku dalam keadaan seperti ini seumur hidupku. Harapan itu masih tetap ada, aku yakin sekali tentang hal itu. Mungkin orang lain tidak tahu dan tidak bisa mendengar, tapi aku yakin Tuhan bisa. Setiap hari aku berdoa. Sungguh! Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.

Read more...
 
FINISHING TOUCH PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Tuesday, 01 May 2012 09:31

Amsal 11:30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Aku memandangi foto-foto menu makanan yang terpampang di sebuah buku resep yang baru saja aku beli. Tak puas-puasnya rasanya melihat dan melihat lagi kesemua gambar-gambar itu. Tanpa kusadari, apa yang kulihat itu menimbulkan rasa lapar. Setidaknya mataku yang merasa lapar menikmati pemandangan yang sangat menarik itu. Slurppp...liurku pun ikut berperan sekarang. Mataku terus melalap semua foto-foto makanan yang menarik itu dan membuatku ingin menyantapnya sekarang.

Kenapa semua foto-foto itu bisa membangkitkan selera makan yang begitu kuat ya? Padahal kalau dilihat lebih dekat, semua masakan itu biasa-biasa saja. Masakan sehari-hari yang aku sendiri bisa membuatnya. Bahkan beberapa memang sering kumasak dan kusajikan di rumah. Tapi melihat semua foto-foto itu memang tetap berbeda. Tak habis-habisnya aku membolak-balik semua halaman buku itu dan mengaguminya.

Entahlah apakah anda setuju dengan saya atau tidak, tapi apa yang kualami itu memang begitulah kenyataannya, sampai akhirnya aku mengerti apa yang bisa membuatku begitu tertarik dengan semua itu. Finishing touch....!! Ya, itulah yang membuatnya berbeda.

Cara memasak yang diajarkan di dalam buku resep tersebut belum tentu lebih enak dari apa yang biasa aku lakukan. Tapi penyajiannya, benar-benar berbeda. Dari peralatan piring mangkuknya saja, kita bisa melihat perbedaan yang begitu besar. Apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari yang biasa kulakukan. Waahh..piring mangkuk sajinya benar-benar serasi baik warna maupun bentuknya. Belum lagi cara menaruh masakan tersebut. Benar-benar menarik dan luar biasa. Coba saja anda ambil sebuah buku resep, dan anda perhatikan baik-baik. Saya jamin anda akan setuju dengan apa yang baru saja saya jabarkan.

Penyelesaian sebuah maha karya memang akan membuat banyak hal berbeda. Mungkin seringkali kita tidak memperhatikannya, tapi itu kenyataannya. Dan bukan hanya berlaku untuk masakan saja, tapi juga untuk seluruh bidang kerja kita.

Read more...
 
HIDUP PENUH BERKAT ??? BENARKAH ??? PDF Print E-mail
Written by Kurniawan   
Sunday, 17 February 2008 18:25

"Hidup penuh berkat" ? Hmm... rasanya sering kita mendengar tentang kalimat itu. Tapi kenapa tidak semua orang bisa mengalaminya ? Kenapa sulit sekali untuk bisa melihat perkara tersebut di dalam hidup kita sendiri ? Apakah itu cuma dongeng belaka ? Hanya kata-kata indah agar kita termotivasi ?  Ah, mungkin itu hanya terjadi buat orang-orang tertentu saja... Itu yang saya pikir selama ini, sampai akhirnya Tuhan bukakan perkara-perkara ini buat saya. Dan sekarang saya rindu untuk membagikannya juga untuk saudara semua.

Last Updated on Tuesday, 19 February 2008 20:55
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 8 of 65
Designed by vonfio.de