| SURAT CINTA BUAT YESUS |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Friday, 15 January 2010 08:45 |
|
Kidung Agung 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.
Dear Jesus, Pagi ini ada sukacita yang begitu besar mengalir dalam hidupku. Sangaaaat besar...dan sulit bagiku untuk menuliskannya. Tapi aku rindu untuk mengatakannya kepadaMu. Kalau aku menengok ke belakang, di sepanjang tahun yang berlalu itu, dan mulai menghitung-hitung apa yang kuperoleh, aku terheran-heran ketika kusadari bahwa begitu banyaknya yang Tuhan sediakan bagiku. Tuhan, dulu aku masih berada di kantorku yang kecil dan penuh dengan barang yang harus kupikirkan bagaimana menjualnya. Hampir setiap hari otakku yang kecil ini berpikir keras untuk melakukannya. Tapi di sisi lain, ketika aku mulai membuka Alkitab dan mempelajarinya, ada sukacita yang sangat besar yang tidak dapat dibendung. Dan setiap kali aku memikirkan pelayanan apa yang harus kulakukan, ada semangat yang tidak bisa kutahan. Itu selalu terjadi dan aku tidak bisa pura-pura dalam hal ini. Aku jauh lebih suka melakukan pekerjaanMu dibandingkan dengan pekerjaanku di dunia ini. Rasa cintaku kepadaMu bergelora dan membuatku tidak bisa berdiam diri saja dalam melayani Engkau.
Mungkin saudara-saudaraku tidak pernah mengetahui hal ini. Aku sendiripun tidak pernah terlalu memikirkannya, karena aku pikir, dengan cara itu pun toh aku tetap bisa melayani Engkau. Tapi lucunya, hampir setiap hari, yang akhirnya lebih banyak kupikirkan dan kulakukan adalah bagaimana caranya untuk bisa menjadi pekabar Injil yang lebih efektif. Hatiku begitu bergembira ketika aku bisa mengabarkan kabar sukacita ini ke mana-mana. Ketika akhirnya Engkau mengeluarkanku dari kotak kerjaku itu, ada satu kelegaan yang tak bisa kutahan. Ada sukacita yang besar menyertainya. Engkau membawaku ke tempat yang semestinya. Di dalam kotakku yang baru, di dunia gerejaku Engkau menaruhku. Di sana aku bisa melayani Engkau setiap hari. Secara penuh waktu aku bisa melakukan semua yang bisa kulakukan bersama denganMu. Sampai aku menyadari bahwa Engkau bukan sekedar meletakkanku dalam sebuah kotak. Itu hanya tempatku untuk memulai sebuah pekerjaan yang lebih besar. Menyebarkan Injil dan memuridkan itulah yang Kautanam dalamku. Aku tidak pernah mengerti bagaimana caranya menjadi penginjil. Tapi Tuhan, Engkau mengajariku untuk melakukannya. Bukan dengan satu paksaan, bukan dengan satu pengajaran yang berbelit-belit, tapi dengan kasih dan kerelaan, juga ketulusan dalam hati yang perlu dimiliki. Sungguh Tuhan, aku sangat mengasihiMu. Itulah yang kulakukan. Menjadi teladan, melakukannya terlebih dahulu untuk bisa menjadi satu saksi yang hidup bagiMu. Dulu aku selalu berpikir bahwa seorang hamba Tuhan yang sejati adalah orang yang begitu hebatnya dalam berkotbah. Tapi Engkau mengajarku sesuatu yang berbeda. Hamba Tuhan yang baik adalah mereka yang bersedia melakukan firmanMu dan taat kepadaMu dalam melakukan semua yang Kauperintahkan. Tuhan Yesus, ajari aku untuk menjadi orang yang seperti itu. Tuhan, aku teringat kepada orang tuaku. Papa mamaku ketika mereka hidup bukanlah orang yang kaya, yang dapat mewariskan banyak harta kepada anak-anaknya. Mereka orang sederhana yang menggantungkan seluruh pengharapannya kepadamu. Dan itulah warisan yang terbesar yang mereka berikan kepadaku. Rasa takut dan cinta akan Tuhan yang mereka taruh dalam hidupku, dan menjadi kekuatanku sampai hari ini. Warisan berharga yang tak ternilai, lebih dari apapun yang kuperlukan di dunia ini. Aku sangat mencintai dan menghargai papa mamaku untuk hal ini. Dan aku, setelah berkeluarga dan memiliki dua orang anak sekarang ini, juga ingin memberikan warisan berharga ini pada mereka. Tuhan, bentuk aku menjadi orang tua yang baik. Biar aku dan suamiku bisa menaruh dasar yang kokoh bagi anak-anakku, dan menjadi teladan yang baik dalam mengajarkan firman Tuhan kepada mereka. Biar rasa cinta kami akan Tuhan juga mengalir dalam hidup mereka dan membentuk mereka menjadi anak-anak yang tumbuh dewasa dalam iman dan rasa takut akan Tuhan. Hatiku masih sarat dengan rasa sukacita yang sangat mendalam saat aku menekan tuts-tuts laptop ku pagi ini. Entah apa yang mendorongku menjadi begini. Yang aku tahu, ada satu kerinduan dalam hatiku untuk melakukan hal yang besar bagi kemuliaan nama Tuhan. Dan aku siap melakukannya. Aku siap Tuhan untuk kaupakai jadi alatmu menyampaikan sukacita ini kepada banyak orang, seperti hari ini. Apa yang kurasakan, itu yang kutuliskan, dan kubagikan kepada banyak orang yang membaca web ini. Sulit untuk kuungkapkan dengan kata-kata sebetulnya, tapi apa yang kubisa, itu yang kutuliskan. Tuhan Yesus, pelayanan literatur ke daerah-daerah yang sulit terjangkau, seperti yang Kautaruh dalam hati kami, sekarang sudah dimulai. Dengan caraMu yang ajaib, akhirnya pelayanan ini dimulai. Terimakasih kalau Kaukirimkan orang-orang yang ikut terbeban dalam pelayanan ini. Aku bersukacita karena bisa ikut ambil bagian dalam pelayanan ini. Dan aku bersyukur bisa melihat keajaiban-keajaiban yang Kaudemonstrasikan di hadapanku. Sungguh nyata apa yang tertulis dalam 1 Korintus 2:9 ... "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." – Aku mengalaminya Tuhan..aku mengalaminya, dan aku melihat semua itu terjadi di hadapanku. Dan aku mau melihat dan mengalaminya lebih lagi. Ayo Tuhan, apa lagi yang akan Kau perbuat bagiku? Apa yang Kau inginkan dariku? Apa lagi Tuhan? Aku mau Kaupakai lebih dan lebih lagi. Aku tidak mau hanya berada dalam kotak empat tembok gerejaku. Aku rindu menjadi berkat buat bangsaku dan bahkan untuk bangsa-bangsa lain di luar sana. Mari Tuhan, kami persembahkan keluarga kami untuk pekerjaanMu. Apa yang menjadi kerinduanMu, itu yang menjadi kerinduan kami. Apa yang menyusahkan hatiMu, itu juga akan menyusahkan hati kami. Apa yang menjadi kehendakMu, biarlah itu yang kami lakukan. Selagi masih ada waktu, selagi masih ada nafas dalam diriku Tuhan, aku mau dipakai Tuhan untuk terus menyebarkan Injil kemanapun aku diutus. Setiap orang harus tahu siapa Yesus. Mereka harus tahu bahwa ada keselamatan di dalam nama Yesus. Ada pengharapan, ada sukacita. Mari Tuhan, pegang tanganku lebih erat. GadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. Mari Yesus, biar Kau buat pialaku penuh melimpah. Dan biar Kau juga yang menghidangkan makananku di hadapan para lawanku. Beri aku kekuatan ekstra dalam melakukannya bagi kemuliaan namaMu. Tuhan, aku berharap ketika aku meng-up load tulisan ini, mereka yang ikut membaca suratku ini, ada yang juga punya kerinduan yang sama denganku, dan ikut menaruh di dalam pelayanan yang Kaubuat ini, dan sama-sama menjadi berkat buat banyak saudara-saudaraku yang di daerah dan membutuhkan bahan bacaan rohani yang membangun dan mendidik mereka dalam iman yang teguh dalam nama Yesus. Aku berdoa supaya melalui web ini juga ada banyak orang yang tadinya belum sungguh-sungguh percaya, kini jadi mau memberi diri mereka untuk diubah di dalam Engkau. Dan mereka yang sudah mengenal Engkau dan sungguh-sungguh melayani, kini mereka mau memberi diri untuk meluaskan pandangan dan mau dipakai lebih lagi untuk kerajaanMu. Terimakasih Tuhan untuk pagi yang luar biasa ini. HadiratMu kurasakan ketika menuliskan surat cinta ini. Air mataku terus mengalir tanpa sebab. Rasa haru di hatiku meluap tak terhindarkan, mengalirkan satu sukacita dan kelegaan yang luar biasa. Tuhan...aku sangat mencintaiMu..dan sangat menyayangiMu. Aku senang berada dekat denganMu..terimakasih Tuhan buat kesediaanMu menyertaiku dalam menuliskan perasaanku ini. Aku dapat merasakan dekapanMu memberikan kehangatan bagiku. Aku siap menghadapi hari ini dengan satu semangat dan kekuatan yang baru dariMu. Thankyou Jesus....I love you soooo much...!! - Dari aku, anakMu yang sangat mengasihiMu –
By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung |





