| POTONGAN PUZZLE TERAKHIR |
|
|
|
| Written by sariwati |
| Thursday, 10 December 2009 12:29 |
|
1 Petrus 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Sedikit lagi, maka kita akan segera merayakan hari Natal. Dan tidak lama setelah itu, Tahun Baru pun akan tiba. Kita akan meninggalkan tahun 2009 dan segera memasuki tahun 2010. Rasanya hari demi hari berlari begitu cepat, bagai anak panah yang dilepaskan, melesat melewati segala rintangan. Tidak ada yang bisa menghalanginya untuk segera mencapai sasarannya. Dan tanpa kita sadari, segala kesudahan dunia ini pun sudah semakin dekat rasanya. Rela atau tidak rela, sadar atau tidak sadar, setiap hari yang kita lewati akan membuat kita semakin dekat dengan waktu yang sudah Tuhan tentukan bagi kita semua. Memang dalam semuanya itu Tuhan tidak pernah tinggal diam. Sungguh, apa yang tertulis dalam Roma 8 : 28 bahwa Allah turut bekerja dalam segala perkara, itu merupakan satu kenyataan yang tidak akan bisa kita pungkiri. Di balik segala kisah ini, yang harus kita alami setiap hari, ada satu sutradara yang Maha Besar yaitu Allah sendiri. Dialah yang membuat satu tujuan dari setiap kehidupan kita. Dan Dia melakukan semuanya ini untuk mendatangkan kebaikan, bagi kita yang mengasihi Dia. Di sepanjang tahun 2009 ini, saya secara pribadi mengalami begitu banyak perubahan dalam hidup yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Namun saya tahu betul bahwa Allah memang membuat skenario yang khusus buat hidup saya. Seperti sebuah permainan puzzle, maka hidup saya terdiri dari potongan-potongan puzzle yang mau tidak mau harus tersusun dengan rapih. Karena ketika terjadi salah pemasangan, walaupun hanya pada satu keping saja, maka itu berarti akan mengganggu secara keseluruhan. Tidak mudah. Apalagi jika sampai pada bagian yang rumit. Anda bisa membayangkan sebuah puzzle bukan? Menurut anda, ketika anda harus menyusun 1000 keping puzzle, bagian mana yang paling sulit? Coba anda ingat-ingat dan bayangkan, supaya anda bisa mengerti apa yang akan saya jabarkan. Menurut saya, justru bagian yang paling sulit adalah ketika tiba pada satu area di mana di situ tidak terdapat gambar apa-apa. Jika sampai pada suatu posisi yang monoton dan stabil. Misalkan, jika puzzle itu merupakan gambar langit cerah dengan sedikit awan, maka itu berarti akan tiba gilirannya kita harus menyusun satu area langit biru yang cukup luas. Biasanya, pada bagian itu, kita sama sekali tidak punya petunjuk, mana yang harus lebih dulu dipasang. Potongan-potongan itu akan terlihat mirip satu sama lain tapi tentu dengan bentuk potongan puzzle yang berbeda, sehingga jika kita salah menaruh potongan, pasti akan merusak bagian yang lain. Justru akan jauh lebih mudah memasang puzzle itu jika sampai pada bagian yang bergambar. Setidaknya kita lebih bisa membuat perkiraan, potongan ini akan membentuk apa pada akhirnya. Apalagi jika potongan itu untuk membentuk bagian pinggir dari keseluruhan gambar itu, maka bagian itulah yang paling mudah. Apakah anda bisa menangkap esensinya? Ketika saya merenungkan hal ini, saya menyadari sesuatu. Saya mengerti mengapa Allah membuat hidup saya penuh dengan gambar dan warna-warni. Saya mengerti mengapa hidup saya tidak dibuat monoton. Saya mengerti mengapa hidup saya tidak melulu berisi langit biru. Kadang ada hujan, kadang ada badai, dan kadang ada bagian berbunga-bunga, juga ada bagian yang berguguran. Namun sering juga ada bagian berdiri di puncak gunung, menantang langit dan menerjang badai itu. Kini saya mengerti, mengapa hidup saya dibentuk seperti itu. Karena memang lebih mudah melakukan pemasangan puzzle hidup saya justru pada saat seperti itu. Setiap hidup kita akan dibentuk Tuhan sebuah puzzle yang besar, berkesinambungan dari waktu ke waktu, namun akan membentuk satu pemandangan yang jelas pada akhirnya. Bagi anak-anak Tuhan, puzzle kita dibentuk dengan satu gambar akhir yang kurang lebih sama, yaitu KEMENANGAN. Gambar-gambar awal akan mempunyai kisah yang berbeda satu sama lain, tapi bagi setiap anak-anak Tuhan yang ada dalam rencana dan rancanganNya, akan mengalami satu kisah akhir yang sama. Everyone is Number One. Mahkota, itulah bagian kemenangan kita. Biarlah tahun ini berlalu, tapi jangan sampai kita kehilangan pengharapan kita pada Tuhan. Apapun yang sudah kita lewati di tahun ini, belajarlah mengucapkan syukur atas kebaikanNya yang tidak terbatas. Sudahkah anda menyadari, bahwa dibalik semua yang kita alami, ada satu tangan ajaib yang sedang sibuk meletakkan potongan puzzle dalam hidup kita? Jangan berharap gambar kita akan selalu langit biru. Seperti apapun warna langit itu, ijinkan Dia meletakkan potongan puzzle nya. Karena Dia yang merancang semua ini. Dia yang menggambar dengan kasihNya. Tapi seperti apapun gambar itu, percayalah bahwa Dia melakukannya untuk kebaikan kita. Kitalah yang ada di hatiNya, kita jugalah yang ada di pikiranNya, dan kita jugalah yang selalu menjadi pusat kasihNya. Biarkan Tuhan meletakkan potongan-potongan puzzle itu. Jangan takut akan hasilnya. Dia adalah perancang ajaib. Dialah sumber inspirasi dan Dia juga pusat segala kebaikan. Tidak ada yang buruk dalam rancanganNya. Semuanya baik. Dan nanti, ketika potongan puzzle terakhir Dia letakkan, itulah saat kita bisa berjumpa dengan Dia muka dengan muka. Hari ini, ketika anda membaca tulisan ini, seberapa yang anda bisa lihat dengan puzzle hidup anda? Cobalah merenungkannya, jangan sampai anda tidak menyadari bahwa Tuhan hampir selesai meletakkan semua potongan itu. Sebelum Dia meletakkan potongan terakhir itu, teruskan perbuatan baikmu, dan jangan pernah lepaskan imanmu akan Tuhan Yesus. Supaya ketika tiba pada kesudahannya, Dia bisa menemukan kita dalam keadaan sedang bekerja bagi kemuliaan Tuhan. Amin. By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung |





