FINISHING TOUCH PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Tuesday, 01 May 2012 09:31

Amsal 11:30 Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.

Aku memandangi foto-foto menu makanan yang terpampang di sebuah buku resep yang baru saja aku beli. Tak puas-puasnya rasanya melihat dan melihat lagi kesemua gambar-gambar itu. Tanpa kusadari, apa yang kulihat itu menimbulkan rasa lapar. Setidaknya mataku yang merasa lapar menikmati pemandangan yang sangat menarik itu. Slurppp...liurku pun ikut berperan sekarang. Mataku terus melalap semua foto-foto makanan yang menarik itu dan membuatku ingin menyantapnya sekarang.

Kenapa semua foto-foto itu bisa membangkitkan selera makan yang begitu kuat ya? Padahal kalau dilihat lebih dekat, semua masakan itu biasa-biasa saja. Masakan sehari-hari yang aku sendiri bisa membuatnya. Bahkan beberapa memang sering kumasak dan kusajikan di rumah. Tapi melihat semua foto-foto itu memang tetap berbeda. Tak habis-habisnya aku membolak-balik semua halaman buku itu dan mengaguminya.

Entahlah apakah anda setuju dengan saya atau tidak, tapi apa yang kualami itu memang begitulah kenyataannya, sampai akhirnya aku mengerti apa yang bisa membuatku begitu tertarik dengan semua itu. Finishing touch....!! Ya, itulah yang membuatnya berbeda.

Cara memasak yang diajarkan di dalam buku resep tersebut belum tentu lebih enak dari apa yang biasa aku lakukan. Tapi penyajiannya, benar-benar berbeda. Dari peralatan piring mangkuknya saja, kita bisa melihat perbedaan yang begitu besar. Apa yang mereka lakukan benar-benar berbeda dari yang biasa kulakukan. Waahh..piring mangkuk sajinya benar-benar serasi baik warna maupun bentuknya. Belum lagi cara menaruh masakan tersebut. Benar-benar menarik dan luar biasa. Coba saja anda ambil sebuah buku resep, dan anda perhatikan baik-baik. Saya jamin anda akan setuju dengan apa yang baru saja saya jabarkan.

Penyelesaian sebuah maha karya memang akan membuat banyak hal berbeda. Mungkin seringkali kita tidak memperhatikannya, tapi itu kenyataannya. Dan bukan hanya berlaku untuk masakan saja, tapi juga untuk seluruh bidang kerja kita.

Pernah memperhatikan sebuah ‘scrap book’ ? Sebuah hobby yang akhir-akhir ini menjadi begitu populer dan akhirnya bisa menghasilkan banyak uang. Yaa..padahal kalau dilihat-lihat begitu mudah pekerjaannya. Hanya sedikit menggunting sana-sini, menempelkannya, dan selesai. Tapi mengapa jika itu dilakukan oleh seorang akhli, akan menghasilkan karya akhir yang begitu indah dan tampak begitu manis? Sangat berbeda jika aku yang melakukannya...(heheheh..sebuah pengakuan).

Dalam hidupku, aku selalu menerapkan prinsip, apa yang masih bisa kulakukan dan kubuat sendiri, maka aku akan berusaha melakukannya. Jadi, sedari dulu..aku mendorong diriku sendiri untuk menjadi produktif dan kreatif. Bahkan, ketika anak-anakku berulang tahun yang ke 1, 2 dan 3, aku selalu membuatkan kue tar ulang tahun mereka. Aku membuatnya sendiri, dan itu sangat menyenangkan. Ada kepuasan ketika melakukannya. Walaupun tentu saja hasilnya masih sangat jauh dari yang dibuat oleh seorang profesional. Tapi aku sangat bangga dengan hasil yang kubuat. Dan sampai hari ini akan menjadi kenangan yang indah bagi anak-anakku setiap kali menceritakan tentang ulang tahun mereka di waktu kecil.

Namun aku bukan orang yang selesai sampai disitu. Sekalipun mungkin itu tidak akan membuat aku benar-benar menekuninya menjadi bidang kerjaku, namun aku sungguh-sungguh belajar untuk menjadi lebih baik setiap hari dalam hal apapun. Termasuk dalam membuat kue ini.

Percaya atau tidak, aku mengambil beberapa kursus yang mengajarkanku untuk menjadi lebih akhli dari sebelumnya. Beberapa teknik meng harnir kue tar aku pelajari lebih dalam. Bagaimana membuat icing sugar yang baik dan moderen, dan juga membuat hiasan-hiasan yang lebih indah dan mudah.

Dan memang sampai hari ini aku tidak bercita-cita untuk menjadi pembuat kue, ataupun sedikit berbisnis dengan kue itu. Tapi setidaknya, aku punya pengetahuan lebih tentang itu, dan kalau sampai diperlukan aku bisa melakukannya. Sangat menyenangkan ketika kita tahu bahwa kita bisa melakukan lebih banyak dan lebih baik dari sebelumnya.

Ya, apa yang kita mulai dalam segala sesuatu, jangan dianggap enteng. Berbeda dengan era di jaman dulu, dimana setiap orang melakukan segala sesuatu dengan lebih sederhana, tentunya tidak sekarang. Dengan begitu banyaknya kemajuan teknologi dan media, kini segala sesuatu yang simple dan sederhana itu menjadi jauh lebih meriah dan menarik. Banyak sentuhan yang bisa membuat semuanya menjadi jauh lebih menarik dari aslinya.

Dan hal inilah yang mendorongku  untuk selalu belajar lebih banyak dan selalu memperbaharui semua kemampuanku supaya tidak ketinggalan dengan kemajuan yang ada.  Dan jangan salahkan orang lain kalau mereka selalu mencari yang jauh lebih baik dan jauh lebih baik lagi dari semua yang bisa mereka beli, karena konsumen selalu tetap pada prinsipnya yaitu mendapatkan yang maksimal dibandingkan dengan pengorbanan mereka.

Begitu juga dengan posisi kita dalam melayani dan melakukan banyak hal bagi Tuhan. Jangan sampai apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu tidak ada peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya. Hanya mengandalkan keberhasilan masa lalu itu akan menjebak kita dan membuat kita mulai berjalan mundur. Karena ketika kita hanya terhenti dengan pemikiran itu, sementara orang lain terus berjalan maju, maka artinya hanya tinggal menunggu waktu untuk akhirnya kita tertinggal dari orang lain.

Begitu juga sebaliknya....kalau kita terus melihat kegagalan di masa lalu, dan sulit melupakannya, hanya mengingat-ingat kesalahan itu tapi tidak pernah mau memperbaiki dan mencoba hal yang baru, belajar dari kesalahan itu, maka itu juga akan membuat langkah kita terhenti dan tidak pernah maju.

Langkah pertama kita akan menentukan apa yang kita mulai. Dan selanjutnya, ijinkan proses Allah terjadi dalam hidup kita. Setiap proses pembentukan itu akan diperlukan untuk membantu penyelesaian dari semua yang kita kerjakan. Jangan menyerah dengan semua itu. Jangan berhenti hanya sampai disitu. Tapi terus lanjutkan sembari terus mengembangkan diri kita. Apa yang kita pelajari dengan tekun tidak akan ada yang terbuang sia-sia, bahkan untuk hal-hal kecil yang kita pikir itu sama sekali tidak penting.

Belajarlah dari Tuhan sendiri. Untuk sebuah bunga bakung yang hari ini tumbuh dan besok dipetik dan layu saja - artinya dengan perkataan sederhana kita bisa mengatakan bahwa bunga bakung itu tidak penting – tapi Dia  tetap menciptakannya dengan begitu teliti dan memberikan warna yang sangat indah dan sentuhan akhir yang prima, tetap sebuah masterpiece meskipun besok bunga itu sudah tiada lagi.

Jadi artinya, semuanya itu penting. Segala yang kita kerjakan itu amat penting. Dari semua yang kita hasilkan itulah orang bisa menilai seperti apa dan siapa kita. Jadi…jangan membuat sembarangan. Berikan finishing touch yang terbaik dalam setiap bidang yang kita kerjakan.

Satu waktu, anda akan melihat bagaimana hasil karyamu itu terpampang dengan indah. Sesuatu yang pada mulanya tentu anda sendiri tidak akan pernah menyangka bahwa hasilnya akan menjadi seperti itu. Dan yang membuat hal itu lebih indah tentunya adalah sentuhan akhir dari Allah sendiri bagi hidup anda...Just trust in Him for this. He really is the expert. God bless you.

By : Ps. Sariwati Goenawan – IFGF GISI Bandung

 

 

 
Designed by vonfio.de