Home Artikel Rohani
CHANGE THE WORLD PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Friday, 07 March 2014 14:44

Lukas 5 : 9 b Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Di tengah-tengah ketidakpastian dunia ini, Yesus datang untuk memberi sebuah harapan. Ia memiliki segala kuasa yang tertinggi di dalam tanganNya dan Ia ingin memberikan perubahan itu kepada semua orang yang percaya kepadaNya.

Petrus adalah seorang nelayan yang mendedikasikan hidupnya untuk menangkap ikan sampai hari dimana ia melepaskannya dan mengikuti Tuhan Yesus kemanapun Ia pergi. Dan selama itu ia tetap berpikir bahwa ia adalah penjala ikan. Pengalamannya untuk hal ini tidak diragukan lagi. Orang tuanya adalah nelayan, ia dan saudara-saudaranya pun adalah nelayan.

Ia sangat akhli dalam menangkap ikan. Ia sangat kenal daerahnya, dan ia sangat tahu bagaimana situasi disana. Bahkan jika ada perubahan cuaca sedikit saja, maka ia bisa mendeteksi apa yang akan terjadi dengan ikan-ikan disana.

Ia mengetahuinya, dan jika memang ada suatu perubahan yang terjadi, maka yang bisa ia lakukan adalah berusaha mengubah cara yang biasa ia lakukan atau menyerah kepada situasi tersebut dan menerima hasilnya begitu saja. Ia sadar bahwa ia 'dikendalikan' oleh alam, dan tidak bisa kebalikannya.

Namun pagi itu, tepat ketika ia baru saja membereskan semua jalanya dan bersiap untuk kembali ke rumah, ia melihat Yesus berjalan mendekati perahunya dan malah langsung menaikinya dan memintanya untuk kembali berlayar ke tengah.

Petrus kenal orang ini. Ia tahu siapa Yesus, karena beberapa waktu itu Yesus mulai banyak disebut-sebut oleh banyak orang. Tapi ia mengenal Yesus sebatas yang ia 'dengar'.

Hari itu Yesus memintanya untuk kembali berlayar. Coba kita perhatikan kisah di dalam Lukas 5 : 1 – 11.

Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

Petrus yang masih disebut Simon ketika itu memandang Dia dengan heran dan saya yakin di dalam hatinya timbul sebuah pertentangan.

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,

Dan saat itu ia pun mengemukakan pendapatnya. Tentu saja, karena kenyataannya ia sudah melakukan bagiannya dan ia memang tidak mendapatkan hasil. Kalau ia ditanya lebih jauh mengenai ketidakberhasilannya, maka seribu satu alasan pasti bisa ia sampaikan saat itu juga. Dimulai dari cuaca, musim, mengenai posisi bulan atau mungkin mengenai air pasang atau surut, dan banyak lagi. Jangan lupa, ia nelayan yang cukup berpengalaman. Dan ketidakberhasilannya hari itu, meskipun pasti mereka merasa kecewa juga, namun mereka sudah terbiasa juga dengan keadaan seperti itu. Suatu usaha yang dilakukan tentu ada pasang surutnya. Kadang berhasil, kadang tidak.

Hal ini adalah suatu hasil yang kadang bisa terjadi, dan 'It's OK'.

Tunggu dulu..tunggu dulu...sepertinya kita mengenali sesuatu ya.

Bukankah hal ini juga sering terjadi dala hidup kita? Banyak orang berkata hidup ini memang seperti sebuah roda. Kadang ada di atas, kadang ada di bawah. Jadi artinya, kadang bisa berhasil, kadang tidak. Hal yang sangat wajar bukan?

Bukankah hal ini yang dialami Simon ketika itu? Itu sebabnya ketika Yesus datang ke tempat itu, Dia menemukan mereka sedang membereskan jala dan bersiap untuk pulang. Mereka menerima kondisi itu sebagai hal yang biasa.

Namun tahukah Anda bahwa Yesus datang untuk mengubah kondisi yang 'biasa' itu?

Last Updated on Friday, 07 March 2014 14:56
Read more...
 
Power of Influence PDF Print E-mail
Written by Ps. Jimmy Oentoro   
Tuesday, 10 March 2009 18:17

Redaksi: Kami dari tim RotiHidup.com mengucapkan selamat datang dan sekaligus berterima kasih kepada Pastor Jimmy Oentoro (Founder IFGF GISI Worldwide) atas kontribusinya melalui artikel berikut untuk dimuat di website RotiHidup.com. Tuhan Yesus memberkati.

 


 

“Pengaruh...” setiap orang ingin memberikan pengaruh dan ingin dipengaruhi.  Siapa yang tidak bangga bila orang lain menerima ide, mengadopsi pemikiran bahkan meniru tingkah laku mereka.  Puluhan buku ditulis tentang bagaimana menjadi orang yang berpengaruh, bagaimana menyampaikan ide sehingga orang dapat menerimanya, dan berbagai judul yang intinya cara-cara membawa masuk pengaruh kita dalam kehidupan orang lain. Tetapi orang juga membutuhkan dan menginginkan orang lain memberikan pengaruhnya pada mereka.  Orang membutuhkan mentor, pembimbing atau sekedar orang lain yang memberikan inspirasi bagi kehidupan mereka.  Tidak jarang, orang ingin bertemu langsung dan “berguru” dengan seseorang yang mereka idolakan.  Pada kenyataannya, kehidupan kita adalah rangkaian pengaruh yang kita terima dari orang-orang di sekitar kita sepanjang kehidupan kita. 

Last Updated on Tuesday, 10 March 2009 18:25
Read more...
 
AGAIN, LEARNING BY DOING PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Friday, 22 November 2013 10:15

“At one time I thought the most important thing was talent. I think now that — the young man or the young woman must possess or teach himself, train himself, in infinite patience, which is to try and to try and to try until it comes right. He must train himself in ruthless intolerance. That is, to throw away anything that is false no matter how much he might love that page or that paragraph. The most important thing is insight, that is ... curiosity to wonder, to mull, and to muse why it is that man does what he does. And if you have that, then I don't think the talent makes much difference, whether you've got that or not.”

“Pada satu waktu Aku berpikir bahwa talenta adalah hal yang paling penting. Aku tahu sekarang bahwa – seorang pria dan wanita muda harus memiliki atau mengajar dirinya sendiri, melatih dirinya sendiri, dengan kesabaran, yaitu dengan mencoba dan mencoba dan mencoba  sampai semuanya menjadi benar. Ia harus melatih dirinya tanpa toleransi. Yaitu dengan membuang segala sesuatu yang salah tidak perduli seberapa besar ia menyukai halaman atau paragraph tersebut. Hal yang paling penting adalah inti dari semuanya itu, yaitu...rasa ingin tahu akan semua keajaiban, mempertimbangkan  dan merenungkan mengapa manusia melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Dan jika Anda memilikinya, maka Aku pikir bahwa talenta tidaklah membuat banyak perubahan,  tidak perduli Anda memilikinya atau tidak.”

- William Faulkner-

 

 

Begitu banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Ada yang langsung berkaitan dengan saya, tapi banyak juga yang sebenarnya sama sekali tidak ada sangkut pautnya. Jika yang memang berkaitan, maka tidaklah mengherankan kalau hal itu akan sangat mempengaruhi saya, khususnya dalam hal perasaan. Namun untuk hal-hal yang sebenarnya sama sekali tidak ada kaitannya itu, namun ternyata bisa disangkut pautkan, wah...itu lebih mempengaruhi lagi ternyata.

Saya yakin setiap orang pasti pernah mengalami hal seperti ini. Namanya juga hidup di tengah masyarakat, kita tidak bisa begitu saja ingin menyendiri dan memisahkan diri dari banyak kejadian di sekitar kita.

Apalagi kalau kita adalah tipe orang yang aktif, yang selalu ingin berada di dalam lingkaran kegiatan apapun di tempat dimana kita berada, maka akan lebih sulit lagi untuk menghindari hal-hal tersebut. Sedikit banyak, pasti ada saja yang akan kita alami. Jangan sebut jika Anda adalah juga seorang leader di dalam lingkungan itu. Yang akan Anda hadapi bukan hanya tanggung jawab yang besar untuk menjalankannya, tapi juga sorotan yang sangat besar dari setiap orang di sekitar Anda.

 

Last Updated on Friday, 22 November 2013 10:38
Read more...
 
Putus Asa: Sebab dan Obatnya PDF Print E-mail
Written by Rev. Agus Pitarto   
Friday, 13 February 2009 04:51

Never Give Up!

Gampang dikatakan, tapi sulit dilakukan. Banyak dari kita yang mengalami tantangan yang menjadikan kita putus asa. Sebelum memutuskan untuk berkata "I can't do it any longer", ada baiknya kita belajar dari Nehemia yang memberidari dirinya, segala yang terbaik buat Tuhan ketika membangun kembali tembok Yerusalem.
Sebagai pemimpin dalam Gereja, wajar koq kalau kita sempat down, toh kita juga manusia. Secara.., Nehemia adalah Nabi besar, bo.. dia juga bisa mengalami tekanan mental.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita untuk tidak mudah merasa kecil hati, dan kiranya menjadi berkat untuk kita semua.

Last Updated on Friday, 13 February 2009 04:57
Read more...
 
NEXT STEP PDF Print E-mail
Written by sariwati   
Friday, 25 January 2013 12:03

Next Step

Daniel 12:3”Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Membangun sebuah 'image' tentang diri kita bukanlah satu proses yang singkat. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan dan daya tahan. Bahkan kita semua tentu menyadari, untuk membuat orang-orang menyadari 'keberadaan' kita saja dibutuhkan satu upaya.

Memiliki bakat yang bagus tentu adalah modal untuk mencapai suatu karir yang baik, tapi kalau tidak ada yang mengetahuinya, tentu itu hanya akan menjadi sebuah hobi yang menyenangkan bagi pribadi tersebut, namun belum bisa menjadi sebuah tangga untuk menuju karir berikutnya.

Coba saya berikan sebuah gambaran untuk hal ini, dan saya harap akan membuat anda lebih bisa membayangkan situasinya.

Anda senang menyanyi, dan suara anda sangaaaaat bagus menurut bayangan anda. Katakanlah keluarga anda pun setuju dengan hal ini. Dan sedikit lebih jauh lagi, seluruh tetangga sekiar pun menyatakan hal yang sama. Oke, apakah anda akan puas sampai di sana? Mungkin tidak akan puas sebelum lebih banyak lagi yang menyatakan hal yang sama. Dan bisa jadi anda belum puas karena bakat tersebut belum memberikan kontribusi apa-apa bagi anda. Lalu bagaimana?

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 29
Designed by vonfio.de