Home

Renungan Hari Ini

PERLINDUNGAN TUHAN SENANTIASA

Mazmur 91:11  sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Kemanapun kita pergi, Tuhan akan senantiasa memberikan perlindungan yang maha tinggi. Setiap kita diberikan malaikat-malaikatNya untuk menjaga kita di sepanjang perjalanan kita, sehingga selalu akan ada pertolongan bagi mereka yang membutuhkannya.

Ada banyak peristiwa dalam hidup kita yang kelihatannya mustahil untuk kita jalani, tapi sepanjang perjalanan itu juga kita  mengalami perlindungan Tuhan yang dahsyat. Janji Tuhan menyertai kita. Dia menyertai kita dan memberikan malaikat-malaikaNya untuk menjagakan kita.

Tapi sekalipun demikian, jangan menaruh iman kita pada malaikat-malaikat itu, karena mereka hanya utusan Tuhan untuk melayani kita. Dalam hal apapun juga, taruhlah iman dan pengharapanmu pada Tuhan Yesus. Dia yang memberikan kita sukacita, damai sejahtera dan segala kelimpahan dalam hidupmu. Dia yang mengerti dan mengatur semuanya sehingga baik bagi kita yang percaya kepadaNya. Amin. (SG)

RotiHidup.com - Bertumbuh dalam Kristus | Renungan dan Artikel Kristen
I DON’T DESERVE IT
Written by sariwati   
Monday, 08 March 2010 21:22

Yesaya 53 : 3 - 5  Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

 

               Tiupan angin sepoi-sepoi menerpa wajahku. Rambutku yang pendek sedikit berkibar karenanya. Satu hal yang aku senang, aku melihat Tuhan Yesus duduk di sebelahku. TanganNya menggenggam tanganku yang tampak kecil dibandingkan tangan Tuhan. Ada kehangatan menjalar di hatiku. Rasanya sangat menyenangkan dan memberikan damai sejahtera yang luar biasa.

               Saat itu kelihatannya masih cukup pagi, tapi pantai tampak kosong . Tidak ada orang lain di sana. Laut berdebur perlahan dan ombaknya tidak terlalu besar. Suasananya sangat menyenangkan.

               Kemudian aku melihat tangan kanan Tuhan menunjuk ke tengah lautan, dan sekalipun sejak tadi aku memandang ke sana, tapi aku baru melihat kemudian bahwa di sana terdapat sebuah salib besar, menjulang dari dalam lautan.

Read more...
 
MASA PENAMPIAN ITU SAAT INI
Written by sariwati   
Monday, 08 February 2010 21:25

Mazmur 1 : 4-5  Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar.

                Satu hari saya sedang memperhatikan seorang ibu yang sedang menampi beras di atas sebuah tampian dari bambu di halaman rumahnya. Beras itu tampak naik turun seturut dengan goyangan tangan ibu tadi. Seperti musik bunyi beras itu saling bergesekan.

                Semakin lama semakin asyik menyaksikannya.

                Kadang saya melihat bagaimana ibu itu hanya menggoyang-goyang tampiannya ke kiri dan ke kanan, sehingga beras itu tidak terlihat berloncatan, tetapi hanya saling bergesekan satu sama lain. Dan tak lama kemudian saya melihat tangannya dengan lincah memunguti kuit-kulit gabah yang masih menempel di beras tersebut. Lalu tak lama kemudian dia pun melanjutkannya dengan menggoyangkannya lagi, kali ini naik turun sehingga tampak beras-beras itu berlompatan. Lebih detail lagi saya melihat bagaimana kulit sekam itu mulai beterbangan terbawa angin, meninggalkan beras yang karena berat jenisnya membuat ia turun ke dalam tampian itu, sementara sekam itu entah jatuh di mana tergantung ke mana angin membawanya.

                Sementara ibu tadi kembali menggoyang-goyang ke kanan ke kiri, menimbulkan bunyi gesekan beras lagi, dan kembali saya melihat tangannya memunguti sekam yang tersisa, dan terus dilakukannya sampai semuanya selesai. Baru setelah ia merasa puas dengan hasil kerjanya, ia meletakkan tampian itu dan mulai mengerjakan hal yang lain.

 

Read more...
 
PERMINTAANMU AKAN MENENTUKAN MASA DEPANMU
Written by sariwati   
Tuesday, 05 January 2010 08:30

Ibrani 6 : 13-15  Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

               

                Coba perhatikan janji Allah ini. Suatu janji yang sungguh luar biasa. Ia ingin memberkati Abraham secara berkelimpahan. Suatu janji yang tidak ada tandingannya.

                Ia tidak mengatakan jumlahnya, tapi Ia mengatakan berlimpah-limpah. Satu janji yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pribadi yang mempunyai harta kekayaan yang amat banyak, seorang yang sangat berpengaruh, dan tidak ada yang dapat menyangkalNya. Ia punya hak untuk melakukannya dan tidak ada yang akan memprotes janji ini. Ia bisa berbuat sekehendak hatiNya. Dan tentu saja hal ini bisa dipenuhi dan pasti digenapi, karena Ia adalah Allah sendiri.

                Jika anda bertemu dengan seseorang yang anda tahu bahwa ia sangat kaya raya, dan pada satu pertemuan ia menjanjikan akan memberikan anda apa saja yang anda minta dari semua yang dia miliki, apa kira-kira yang akan anda ajukan? Jangan buru-buru dijawab. Coba renungkan baik-baik. Kalau seandainya hal ini terjadi pada diri anda hari ini, apa yang akan anda minta? Uangnyakah? Rumahnyakah? Mobilnyakah? Anaknyakah? Atau apa? Ayo kita coba bahas dengan perhitungan untung rugi sebagai manusia.

 

Read more...
 
SURAT CINTA BUAT YESUS
Written by sariwati   
Friday, 15 January 2010 08:45

Kidung Agung 2:4  Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.

 

Dear Jesus,

                Pagi ini ada sukacita yang begitu besar mengalir dalam hidupku. Sangaaaat besar...dan sulit bagiku untuk menuliskannya. Tapi aku rindu untuk mengatakannya kepadaMu.

                Kalau aku menengok ke belakang, di sepanjang tahun yang berlalu itu, dan mulai menghitung-hitung apa yang kuperoleh, aku terheran-heran ketika kusadari bahwa begitu banyaknya yang Tuhan sediakan bagiku.

                Tuhan, dulu aku masih berada di kantorku yang kecil dan penuh dengan barang yang harus kupikirkan bagaimana menjualnya. Hampir setiap hari otakku yang kecil ini berpikir keras untuk melakukannya. Tapi di sisi lain, ketika aku mulai membuka Alkitab dan mempelajarinya, ada sukacita yang sangat besar yang tidak dapat dibendung. Dan setiap kali aku memikirkan pelayanan apa yang harus kulakukan, ada semangat yang tidak bisa kutahan. Itu selalu terjadi dan aku tidak bisa pura-pura dalam hal ini. Aku jauh lebih suka melakukan pekerjaanMu dibandingkan dengan pekerjaanku di dunia ini. Rasa cintaku kepadaMu bergelora dan membuatku tidak bisa berdiam diri saja dalam melayani Engkau.

 

Read more...
 
TITIK AMAN BERIKUTNYA
Written by sariwati   
Monday, 21 December 2009 10:19

1 Tawarikh 4:40  Mereka menemui padang rumput yang gemuk dan baik; negeri itu luas, aman dan sentosa....

Dalam segala hal aku mengucap syukur kepada Tuhan, dan kuangkat tanganku memuji dan menyembah Dia. Apapun yang harus kualami, semua proses dan pembentukan rohaniku, kulewati dengan penuh sukacita. Aku tahu tangan Bapaku selalu menggenggamku, sekalipun ketika aku melalui jalan berliku dan lembah yang curam, aku tahu ada kekuatan yang memegangku dan memberikan kekuatan dan penghiburan bagiku. Aku dapat mendengar suaranya yang lembut tak ada hentinya berbicara kepadaku,”Ayo, nak...jangan berhenti..jangan menyerah...jalan terus...ini takkan lama..sebentar lagi kau akan sampai pada titik aman berikutnya.”

Ya, kata-kata itu sangat menguatkan aku. Titik aman berikutnya. Itu yang aku tuju sekarang bersama dengan Tuhan. Aku tahu aku tidak pernah sendirian. Bapa berjanji bahwa Dia akan menemaniku berjalan. Dan Dia menepati janjiNya. Aku dapat merasakan genggamanNya. Erat memegang aku. Hangat dan memberikan rasa aman.

Apa yang kulakukan saat ini sepertinya tidak kelihatan hasilnya, karena yang kulakukan hanyalah berjalan dan berjalan. Melewati jalan berliku, kadang berbatu-batu sehingga mau tidak mau aku sedikit tertatih-tatih dan hampir terjatuh. Tapi terkadang jalan itu sangat lurus hampir tidak berujung dan sedikit membuat frustrasi. Adakalanya melewati pemandangan yang indah dengan suasana yang sangat menyenangkan, udara yang sejuk dan angin yang sepoi-sepoi sedikit membuatku mengantuk dan hampir tertidur. Untung Tuhan selalu mengingatkan dan membangunkanku lagi. Dan yang kulakukan hanyalah berjalan dan berjalan dengan memegang erat genggamanNya. Apapun boleh terjadi asalkan genggaman ini tidak kulepaskan, aku akan tetap merasa aman.

Read more...
 
Designed by vonfio.de