Home

Renungan Hari Ini

Natal

Pernahkah anda diundang ke acara ulang tahun? Pernahkan teman-teman atau saudara-saudara anda merayakan hari ulang tahun untuk anda?

Tentunya anda akan merasa senang untuk mengadiri pesta perayaan tersebut.

Tapi pernahkah anda bayangkan bagaimana jadinya bila pada saat anda datang ke pesta perayaan ulang tahun untuk anda tersebut, ternyata tidak ada satu orangpun yang menyapa anda, mereka tidak menyadari kehadiran anda bahkan mereka tertawa gembira tanpa menghiraukan anda sama sekali?

Renungkanlah dalam suasana Natal saat ini, di dalam kemeriahan perayaan Natal di toko-toko, mal-mal, berbagai acara di televisi dan radio, film dan dongeng yang bercerita tentang keajaiban Natal, siapakah tokoh yang muncul dalam semua acara tersebut? Siapakah yang menjadi pusat perhatian dalam acara-acara tersebut?

Apakah Dia tidak akan bersedih dengan kejadian tersebut yang berulang terus selama bertahun tahun? Apakah kita juga turut membuat Dia bersedih dengan perayaan yang kita buat juga?

Cobalah renungkan bila pertanyaan ini datang kepada anda dan teman teman anda, apakah arti Natal itu? Tentunya akan banyak jawaban yang beragam seperti: "Perayaan dan pesta yang meriah", "Baju baru yang mewah", "Saat romantis dengan pacar", "kado Natal dan tukar kado", "Saat berbagi kebahagiaan", "saat untuk kembali berkumpul dengan keluarga", "Saat untuk peduli dan berbagi dengan sesama"

Memang sebagian memberikan jawaban yang baik, tapi apakah itu arti Natal yang sesungguhnya?

Memang Tuhan Yesus tidak pernah meminta kita untuk mengingat atau merayakan kelahirannya, Dia hanya minta kita mengenang kematian dan kebangkitanNya, karena itulah tujuanNya datang ke dunia. Tentunya kita tetap harus menyadari makna Natal yang sesungguhnya, bukan pesta pora, bukan perayaan yang megah dan meriah. Dia hanya lahir di kandang domba yang bersahaja, Allah yang Maha Kuasa merendahkan diri bukan hanya sebagai manusia tetapi sebagai manusia yang sangat sederhana dengan maksud membawa kebahagiaan, memberikan keselamatan bagi seluruh manusia yang berdosa, mendamaikan manusia dengan Allah.

Sudahkah anda mengalami Natal secara pribadi? Menyadari makna Natal bagi hidup anda?

Tuhan Yesus ingin lahir di hati anda, dalam seluruh kehidupan anda, dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, menghapus dosa anda dan mendamaikan anda dengan Allah.

Semoga kita bisa membagikan makna Natal yang sesungguhnya kepada semua orang.

RotiHidup.com - Bertumbuh dalam Kristus | Renungan dan Artikel Kristen
NEXT STEP
Written by sariwati   
Friday, 25 January 2013 12:03

Next Step

Daniel 12:3”Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Membangun sebuah 'image' tentang diri kita bukanlah satu proses yang singkat. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan dan daya tahan. Bahkan kita semua tentu menyadari, untuk membuat orang-orang menyadari 'keberadaan' kita saja dibutuhkan satu upaya.

Memiliki bakat yang bagus tentu adalah modal untuk mencapai suatu karir yang baik, tapi kalau tidak ada yang mengetahuinya, tentu itu hanya akan menjadi sebuah hobi yang menyenangkan bagi pribadi tersebut, namun belum bisa menjadi sebuah tangga untuk menuju karir berikutnya.

Coba saya berikan sebuah gambaran untuk hal ini, dan saya harap akan membuat anda lebih bisa membayangkan situasinya.

Anda senang menyanyi, dan suara anda sangaaaaat bagus menurut bayangan anda. Katakanlah keluarga anda pun setuju dengan hal ini. Dan sedikit lebih jauh lagi, seluruh tetangga sekiar pun menyatakan hal yang sama. Oke, apakah anda akan puas sampai di sana? Mungkin tidak akan puas sebelum lebih banyak lagi yang menyatakan hal yang sama. Dan bisa jadi anda belum puas karena bakat tersebut belum memberikan kontribusi apa-apa bagi anda. Lalu bagaimana?

Read more...
 
STARTING WITH WOW
Written by sariwati   
Wednesday, 23 January 2013 06:10

Fallen Trees

Lukas 2 : 47 'Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. '

 

Saya menemukan judul sub tema ini di dalam buku BUILDING PLATFORM yang ditulis oleh Michael Hyatt, seorang platform builder yang keren dan benar-benar pengajar yang sangat baik dalam pandangan saya. Buku ini recommended sekali bagi mereka yang sedang ingin membangun masa depannya dengan lebih baik lagi.

Dimulai dengan WOW. Yaa..seringkali kita semua membuat joke untuk orang-orang yang kita anggap mengesalkan dan kedengarannya seperti menyombongkan diri dengan mengatakan,'jadi..kita harus bilang woww gitu?' (senyum). Yup..terkadang saya sendiri sering tergelitik untuk mengatakan hal yang sama dalam situasi seperti itu.

Tapi dalam kenyataannya, kita semua memang akan berupaya untuk mendapatkan respon WOW tersebut, namun tentunya dalam arti yang sebenarnya. Dan adalah hal yang sangat baik dan sangat memotivasi kita jika memang bisa mendapatkan respon tersebut dalam segala hal yang kita kerjakan.

Ada sebuah ilustrasi tentang sebuah pohon yang tumbuh sangat besar dalam jangka waktu yang cukup lama di sebuah hutan di Arizona sana. Dia adalah pohon yang kuat dan berakar cukup dalam. Dilihat dari usianya, bisa jadi ia adalah pohon yang paling lama menjadi penghuni hutan itu. Namun satu kali, ketika hujan yang sangat deras mengguyur hutan tersebut disertai angin badai dan kilat yang sabung menyambung, daya tahan pohon tua tadi tidak lagi mampu menahan berat tubuhnya. Sebagai akibatnya, pohon besar yang sudah tua itu pun tumbang. Masa kejayaannya sudah berlalu, ia pun tergeletak dengan diiringi pandangan sedih dari rekan-rekan sesama pohon di sekitarnya yang juga sedang sibuk menahan dirinya masing-masing agar tidak ikut tumbang seperti pohon tersebut. Padahal bunyi dari tumbangnya pohon itu seharusnya cukup keras hingga bisa terdengar kemanapun, namun apa daya bunyi itu pun dengan segera hilang tertelan kesunyian hutan yang lebat itu. Tidak ada rekamannya, tidak ada beritanya, dan tidak ada yang memperdulikannya.

Last Updated on Friday, 25 January 2013 12:06
Read more...
 
YES...HIS NAME IS JESUS
Written by sariwati   
Wednesday, 05 December 2012 10:40

Yohanes 14 : 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Seandainya setiap orang bisa mengerti jalan hidupnya, apakah hal itu akan membuat setiap kehidupan kita menjadi lebih baik? Atau seandainya kita mempunyai sebuah bola kristal yang bisa menunjukkan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kemudian, apakah kita akan membuat keputusan yang lebih baik? Apakah ada banyak hal buruk yang bisa kita hindari? Apakah akan ada banyak akhir kisah kehidupan yang bisa kita ubah menjadi lebih baik? Apakah akan banyak perceraian yang dapat dihindari? Kecelakaan yang dapat dicegah? Atau kemalangan yang tidak perlu terjadi? Mungkin ya, mungkin juga tidak.

Menyaksikan sebuah serial yang mengisahkan tentang seseorang dengan karunia khusus, yang selalu mendapat mimpi dan penglihatan yang begitu jelas akan sebuah peristiwa yang sudah terjadi atau yang akan terjadi, tentunya jenis filem ini sangat menarik dan menggelitik rasa penasaran kita tentang akhir kisah setiap filem tersebut.

Apalagi dikemas menjadi sebuah filem misteri penyelidikan, membuat filem ini makin seru untuk diikuti. Rasanya ikut 'greget' jika orang-orang disekitarnya tidak terlalu mempercayai apa yang dia dapatkan lewat 'mimpi'nya itu, sementara kita para penonton sepertinya sudah tahu lebih dahulu apa yang dia 'ketahui' lewat impiannya itu.

 

Last Updated on Wednesday, 05 December 2012 10:44
Read more...
 
CHOOSE YOUR OWN ENDING STORY
Written by sariwati   
Monday, 19 November 2012 08:33

Ulangan 31:6 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Wowww...seandainya hidup kita bisa diatur seperti judul artikel ini, tentunya semua orang akan merasa senang. Bayangkan saja, setiap hari kita merasa deg-degan, khawatir dan takut kalau-kalau semuanya berakhir dengan satu hasil yang tidak kita harapkan sama sekali.

Bagaimana kalau akhirnya kita tidak mendapatkan pasangan seperti yang kita impikan? Atau tidak bisa menyelesaikan kuliah seperti yang seharusnya? Atau tidak bisa mendapatkan pekerjaan seperti yang kita mau?

Dan kenyataannya, kita bisa menemukan banyak orang di sekitar kita yang sepertinya mati sia-sia sebelum mereka bisa meraih mimpi yang mereka miliki. Alangkah menyedihkannya. Dan jelas saya tidak mau mengalami hal itu.

Membaca sebuah kalimat di dalam sebuah artikel pagi ini, yang intinya menuliskan seandainya kita bisa memilih bagaimana akhir kisah hidup kita, benar-benar membuat saya tertarik dan ingin mengupasnya lebih banyak. Yaa, saya sendiripun seringkali bertanya-tanya, kira-kira akan seperti apa akhir dari kehidupan saya. Apakah yang akan terjadi dengan keluarga saya? Pernikahan saya? Suami saya? Anak-anak saya? Pelayanan saya? Teman-teman saya? Dan banyak lagi.

Tanpa kita sadari sebenarnya kita semua adalah seorang 'agen' yang dikirim oleh Tuhan bagi komunitas dimana kita ditempatkan. Dan kita semua adalah 'agen perubahan' yang akan banyak mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Perkataan kita, perbuatan kita, keputusan kita, pikiran kita, respon kita, semuanya akan sangat mempengaruhi orang-orang di sekitar kita. Dan tanpa dipaksapun hal ini akan terjadi juga. Karena itu, sangat perlu untuk kita sendiri menjaga setiap kelakuan kita bersih dan baik, supaya pengaruh yang dihasilkan pun baik bagi sekitar kita.

 

 

Read more...
 
KETIKA HIDUP DI BAWAH TEKANAN
Written by sariwati   
Friday, 26 October 2012 07:27

Galatia 6 : 9 'Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.'

 

Apakah anda pernah ikut sebuah psikotes? Jika pernah, anda pasti ingat salah satu tes yang dilakukan adalah menghitung penjumlahan angka-angka dalam lembaran besar. Angka-angka yang tercetak sangat banyak dan lumayan 'menakutkan' bagi sebagian orang. Mengapa tidak, meskipun tugas kita sangat simple, hanya menjumlahkan dua angka di atasnya dan terus melanjutkannya ke bawah, tapi jika kita harus melakukannya dalam waktu yang ditentukan, tentulah jadinya kita akan merasa ada tekanan dalam menyelesaikannya.

Ketika kita asyik menjumlah, maka setiap 15 atau 30 menit sekali sang penguji akan memberi tanda kepada kita untuk berhenti dan memberi garis bawah kepada angka terakhir yang kita hitung. Dan begitu seterusnya sampai beberapa jam ke depan. Nantinya jika waktu selesai maka kita harus mengumpulkannya kepada sang penguji.

Saya rasa tugas itu harusnya sangat mudah jika tidak ada aturan waktu. Anak SD saja pasti bisa mengerjakan dengan sangat baik soal hitung-hitungan ini. Tapi sebenarnya bukan masalah benar atau salahnya hitungan itu yang akan dinilai, tapi seberapa banyak dan seberapa konsistennya kita dalam memecahkan soal-soal tersebut.

Soal kecerdasan mungkin saja kita di atas rata-rata, tapi soal daya tahan belum tentu kita memiliki nilai yang baik. Kebanyakan dari kita tidak mampu bertahan bekerja di bawah tekanan dan banyak yang ingin berhenti saja di tengah-tengah. Mengapa begitu? Karena pada dasarnya kita ingin melakukan yang terbaik. Kita tidak mau dikatakan tidak mampu. Kita akan mendorong diri kita untuk bisa melakukan penjumlahan itu sebanyak-banyaknya. Dan karena target yang kita miliki itulah maka sebagian orang akan merasa tertekan dengan aturan dan pembatasan yang ada. Tipe ini biasanya akan cepat melakukan di awal, namun kemudian akan terengah-engah di tengah-tengahnya. Dan biasanya juga akan terlihat dari tekanan pensil atau bolpen yang dia goretkan, lama kelamaan akan semakin tebal dan dalam, menunjukan tekanan di hatinya semakin nyata.

Read more...
 
Designed by vonfio.de